Minggu, 14 Maret 2010

Manusia Terburuk


Oleh Agustianto

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, "Maukah kamu kuberitakan mengenai ma­nusia yang paling buruk? Para sahabat menjawab, "Benar ya Rasulullah." Nabi kemudian menjelaskan, "Orang yang paling buruk di antara kamu ialah orang yang menyakiti pembantunya dan enggan menolong".

Setelah itu Nabi menjelaskan pula kepada para saha­bat tentang orang yang lebih buruk dari yang disebutkan di atas, yaitu, "orang yang selalu membenci orang lain dan orang lain pun membencinya". Dalam kalimat selan­jutnya Rasul saw masih juga menjelaskan tentang orang yang lebih buruk lagi dari orang yang kedua di atas, yaitu "orang yang tidak mau memberi pertolongan kepada me­reka yang mendapat kesulitan, tidak menerima permo­honan maaf orang lain, dan tidak memaafkan kesalahan orang lain".

Terakhir Nabi saw menginformasikan mengenai ma­nusia yang paling buruk dari semua itu, yaitu, "orang yang tidak dapat diharapkan kebaikannya dan tidak da­pat dicegah kejahatannya". (H. Riwayat Thabrani).

Pembantu mempunyai peran yang sangat benar dalam pekerjaan rumah tangga. Ketika pembantu pulang kam­pung, majikan menjadi kerepotan luar biasa. Bahkan mungkin sekali dalam mencapai prestasi kita, terdapat andil pembantu. Itulah makna sabda Rasulullah "Kasihilah dan bersikap pemurahlah kepada orang-orang yang lemah di antara kamu, sebab kamu beroleh rezeki, lantaran mereka itu, "

Nabi Muhammad juga pernah punya pembantu, yaitu Zaid bin Tsabit. Nabi memperlakukannya sama sekali bu­kan seperti budak, bahkan lebih dari anak sendiri. Se­hingga ketika ayah kandung Zaid bin Tsabit ingin mene­busnya, anak itu menolak ikut pulang, karena akhlak ma­jikannya sangat terpuji terhadapnya. Riwayat di atas me­nunjukkan perlakuan Nabi yang luar biasa baiknya kepa­da pembantunya.

Manusia yang selalu membenci dan sinis terhadap orang lain dan orang lain pun membencinya, adalah ma­nusia yang buruk akhlaknya, sehingga Rasulullah menge­camnya sebagai golongan manusia terburuk. Orang ter­sebut selalu menimbulkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat, sehingga ketenangan dan kasih sayang ti­dak akan terwujud. Padahal, ketenangan dan keamanan merupakan keniscayaan bagi kehidupan manusia.

Sementara itu, mereka yang tidak mau memberi perto­longan kepada orangyang kesulitan dan tidak memaaf­kan kesalahan orang lain adalah orang yang individualis dan pendendam, dua sikap yang sangat dicela Islam. Si­kap mementingkan diri sendiri dan pendendam merupa­kan pertanda busuk dan buruknya hati, sehingga wajarji­ka Nabi menyebutnya sebagai tipe manusia paling buruk.

Tipe manusia keempat yang paling buruk ialah manu­sia yang tidak bermanfaat bagi orang lain dan kejahatan­nya tidak dapat dicegah. Seorang manusia yang tidak dapat dicegah kejahatannya, karena adanya backing yang kuat di belakangnya serta bertimbunnya uang yang dimilikinya untuk mengukuhkan kemunkarannya, itulah tipe manusia terburuk di dunia, karena manusia seperti ini merusak dan merugikan umat.

Supaya terhindar dari tipe manusia terburuk seperti di atas, maka kita hendaknya selalu ingat kepada pesan­pesan Alquran dan Sunnah, yang selalu memandu ma­nusia ke arah jalan yang benar dan akhlak yang mulia, sehingga kita menjadi manusia terbaik, bukan manusia terburuk. n


Tidak ada komentar:

Posting Komentar