Jumat, 07 Agustus 2009

CIUMAN SANG SUAMI DI MALAM PERTAMA

Cerita nyata ini mengisahkan mengenai istri yang dulu pernah melakukan kesalahan fatal, dan hal itu membuat SHOCK suaminya…………. Dan hal ini menyebabkan hubungan retak, setelah adanya suatu kejadian, dan akhirnya sang suami sadar bahwa istri telah berubah menjadi wanita sholeha……. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi ……. Kisah ini terdapat pada buku”Malam pertama, setelah itu air mata” yang disusun oleh Ahmad Salim baduwailan. Di dalamnya banyak kisah yang mengharukan yang penuh pelajaran keimanan dan pelembut hati. Zaameedhearts sarankan agar para sahabat membeli buku itu, karena top abisssssskisahnya ………………….. semoga bermanfaat yaaa……………...



CIUMAN SANG SUAMI DI MALAM PERTAMA

Pada malam pertama, Walid memandangi istrinya yang cantik jelita. Ia merasa bahwa untuk pertama kalinya kehidupan ini tersenyum padanya. Ia mendekati istrinya dan ia belai rambut istrinya dengan tangannya. Lalu ia dekati dia untuk menciumnya, tapi mendadak sang istri menangis dan menjerit di depannya. Walid menjauh darinya dan bertanya, "Ada apa?"

Wanita itu terus menangis, dan dengan segenap kepedihannya ia mengatakan bahwa dirinya pernah melakukan kesalahan dan telah kehilangan kehormatannya dengan seorang pria. Walid langsung tersentak dan merasa bahwa dunia berputar-putar. Detak jantungnya menghentak dengan keras. Namun ia mampu mengendalikan dirinya. Ia keluar dari kamarnya dan tidur di kamar lain di apartemen itu.

Keesokan harinya, ia duduk bersama istrinya dan berkata, "Seandainya aku menceraikanmu, pastilah kamu dan keluargamu akan menjadi bahan gunjingan. Aku akan mengajakmu hidup bersamaku selama satu tahun penuh, lalu sesudah itu aku akan menceraikanmu. Kamu akan tidur di satu kamar, dan aku akan tidur di kamar yang lain."

Hari demi hari berlalu, Walid tidak berbicara dengan Huda. Ia sangat jarang berbicara. Sementara Huda memandang Walid dengan pandangan cinta, karena ia adalah pria ideal yang memiliki semua sifat kejantanan. Ia adalah laki-laki yang mandiri. Ibunya meninggal dunia sewaktu ia masih kecil. Ayahnya menikah dengan seorang wanita yang memperlakukan Walid dengan perasaan dendam. Meskipun demikian, Walid tidak membencinya dan tetap memperlakukan itu tirinya dengan segala hormat.

Huda sering menangis karena merasa telah menzhalimi Walid yang tidak berdosa.

Suatu hari, hujan turun dengan lebatnya dan udara sangat dingin. Saat itu Walid sedang mengendarai mobilnya. Ketika mendekati rumahnya, tiba-tiba mobilnya mogok. Walid memarkir mobilnya dan pulang ke rumah dengan berjalan kaki, sementara udara kian dingin. Setelah sampai di rumah ia basah kuyup dan merasa sangat kedinginan. Ia mengetuk pintu apartemennya, Huda membukakan pintu untuknya. Walid langsung jatuh pingsan di lantai.

Huda bangkit dan membawa Walid ke kamarnya. Ia begadang di samping Walid sepanjang malam. la meletakkan kain penghangat di tubuhnya. Saat Walid mendesis kedinginan, Huda merasa iba padanya dan memeluknya seperti seorang ibu memeluk anaknya, hingga suhu tubuh Walid mulai menghangat. Setiap kali meinbuka mata, Walid selalu mendapati Huda tengah memandanginya sambil menangisi keadaannya. Walid merasa bahwa perasaan wanita itu jujur dan sungguh-sungguh.

Beberapa hari setelah sembuh dari sakitnya dan tibalah tenggat waktu bagi Walid untuk menceraikan Huda, tepat satu tahun, Huda pun mengemasi barang-barangnya. Ia akan pulang ke keluarganya. Namun Walid mengatakan kepadanya bahwa sebelum pulang ke rumah keluarganya ia harus pergi ke salon kecantikan wanita. Huda tidak tahu mengapa?! Walid menyuruhnya pergi ke salon, sementara ia akan menceraikannya.

Huda masuk ke salon dan menjumpai para karyawati salon itu mengatakan kepadanya, "Selamat datang pengantin putri!" Dan ia juga melihat gaun pengantin. Ternyata, Walid sudah memaafkan kekhilafannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar